Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari Raih Penghargaan Kompetisi Nasional, Buktikan Kualitas Pendidikan Digital

KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari kembali membuktikan komitmennya dalam menghasilkan mahasiswa berkualitas tinggi. Kali ini, prestasi gemilang datang dari Unit Learning Management System (LMS) kampus yang berhasil mengantarkan tiga mahasiswa meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Inovasi Teknologi Pendidikan Nasional 2026, yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama Asosiasi Pendidikan Digital Indonesia pada 2 April 2026.

Ketiga mahasiswa berprestasi tersebut adalah Muhammad Rizki Pratama (Program Studi Teknik Informatika, angkatan 2022), Siti Nurhaliza Andari (Program Studi Sistem Informasi, angkatan 2021), dan Aurelian Kusuma Wijaya (Program Studi Teknik Komputer, angkatan 2022). Mereka berhasil mengalahkan peserta dari lebih dari 40 universitas se-Indonesia dalam kategori “Inovasi Platform Pembelajaran Digital untuk Wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).”

Pencapaian luar biasa ini membuktikan bahwa meski Universitas Muhammadiyah Kendari berlokasi di Sulawesi Tenggara, kualitas pendidikan dan inovasi teknologi yang dikembangkan tidak kalah dengan universitas-universitas besar di pulau Jawa. Prestasi ini juga menunjukkan peran strategis Unit LMS sebagai pusat pengembangan teknologi pembelajaran yang terus mendorong mahasiswa untuk berinovasi dan berkontribusi pada dunia pendidikan Indonesia.

Inovasi yang Memenangkan Hati Juri

Karya inovatif yang menjadi pemenang bernama “EduConnect Rural” – sebuah aplikasi pembelajaran digital yang dirancang khusus untuk daerah 3T dengan konektivitas internet terbatas. Aplikasi ini menggunakan teknologi sinkronisasi offline-online yang memungkinkan siswa dan guru untuk mengakses materi pembelajaran tanpa koneksi internet stabil, kemudian secara otomatis menyinkronkan data ketika koneksi tersedia.

Menurut Muhammad Rizki Pratama, ketua tim pemenang kompetisi ini, ide awal muncul dari pengamatan langsung terhadap permasalahan pendidikan di daerah terpencil. “Saya berasal dari Kabupaten Konawe Selatan, yang masih termasuk daerah dengan akses internet terbatas. Ketika saya menjadi mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Kendari, saya melihat banyak daerah sekitar Kendari yang menghadapi masalah serupa dalam implementasi pembelajaran digital,” ujar Rizki dalam konferensi pers di kampus, Rabu (2/4/2026).

Siti Nurhaliza Andari, yang menangani aspek desain antarmuka pengguna (UI/UX), menambahkan bahwa tim mereka melakukan riset mendalam selama delapan bulan. “Kami melakukan survey ke 15 sekolah di daerah 3T, mulai dari Kabupaten Kolaka, Konawe Utara, hingga Muna. Kami mendengarkan langsung apa yang dibutuhkan guru dan siswa. Hasilnya, kami mengembangkan aplikasi yang tidak hanya canggih, tetapi juga user-friendly dan dapat diandalkan dalam kondisi infrastruktur terbatas,” jelas Siti.

Sementara itu, Aurelian Kusuma Wijaya, yang bertanggung jawab atas optimisasi sistem dan security, menjelaskan bahwa EduConnect Rural dilengkapi dengan enkripsi data tingkat enterprise untuk melindungi privasi siswa dan guru. “Kami memahami bahwa keamanan data adalah prioritas utama dalam dunia pendidikan digital. Oleh karena itu, meskipun aplikasi ini dirancang untuk daerah dengan teknologi sederhana, kami tidak mengorbankan standar keamanan internasional,” ungkap Aurelian.

Peran Unit Learning Management System

Kesuksesan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari tidak terlepas dari peran strategis Unit LMS kampus. Unit yang dipimpin oleh Dr. Bambang Sutrisno, S.T., M.T. sejak 2019 ini telah menjadi inkubator inovasi teknologi pendidikan yang serius dalam membimbing mahasiswa.

Dr. Bambang Sutrisno mengungkapkan bahwa Unit LMS telah mengalokasikan fasilitas lengkap untuk mendukung penelitian dan pengembangan inovasi teknologi pendidikan. “Kami memiliki laboratorium dengan 30 unit komputer berkonfigurasi tinggi, server development, serta ruang kolaborasi yang nyaman. Lebih penting lagi, kami memiliki tim pembimbing yang terdiri dari dosen-dosen berkualifikasi tinggi dan berpengalaman di industri teknologi,” katanya dalam wawancara eksklusif dengan media kampus.

“Ketiga mahasiswa ini bukan hanya mendapat bimbingan akademik, tetapi juga mentoring dari praktisi industri yang kami undang secara berkala. Mereka juga diberikan kesempatan untuk magang di perusahaan teknologi terkemuka untuk memperdalam skill praktis mereka,” tambah Dr. Bambang.

Kepala Pusat Teknologi dan Inovasi Unit LMS, Ir. Sinta Wulandari, M.Eng., juga menyampaikan apresiasi terhadap kerja keras ketiga mahasiswa. “Mereka telah menunjukkan dedikasi yang luar biasa. Tidak hanya mengerjakan project, mereka juga aktif dalam seminar, workshop, dan memberikan kontribusi pada komunitas pengembang lokal. Ini adalah semangat yang kami coba kembangkan di setiap mahasiswa kami,” ujar Sinta.

Dampak Bagi Kampus dan Masyarakat

Prestasi ini memberikan dampak signifikan bagi Universitas Muhammadiyah Kendari dalam beberapa aspek. Pertama, meningkatkan kredibilitas akademik kampus di tingkat nasional. Dengan prestasi ini, universitas telah membuktikan bahwa program studi teknologi informatika dan sistem informasi setara dengan universitas papan atas di Indonesia.

Kedua, prestasi ini menarik minat calon mahasiswa baru untuk memilih Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya untuk program studi di bidang teknologi dan informatika. Berdasarkan data dari Biro Admisi Kampus, setelah pengumuman prestasi ini, terjadi peningkatan 35% dalam jumlah pendaftar program studi Teknik Informatika untuk tahun akademik 2026/2027 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Ini menunjukkan bahwa calon mahasiswa semakin percaya bahwa Universitas Muhammadiyah Kendari mampu memberikan pendidikan berkualitas dalam bidang teknologi. Prestasi ketiga mahasiswa kami menjadi testimonial terbaik,” kata Heri Kurniawan, Kepala Biro Admisi, dalam kuliahan Senin lalu.

Ketiga, prestasi ini membuka peluang kolaborasi dengan berbagai institusi pendidikan dan perusahaan teknologi. Sudah ada beberapa perusahaan yang menghubungi kampus untuk menjalin kerjasama penelitian dan pengembangan produk digital.

Dari sisi dampak sosial, inovasi EduConnect Rural diharapkan dapat berkontribusi nyata pada peningkatan kualitas pendidikan di daerah 3T. Dalam rencana jangka panjang, tim pengembang berencana untuk melakukan uji coba implementasi aplikasi ini di sekolah-sekolah di daerah terpencil sekitar Kendari.

“Kami berkomitmen untuk tidak hanya mengembangkan teknologi yang inovatif, tetapi juga teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat luas, khususnya daerah-daerah yang masih tertinggal,” tegas Muhammad Rizki Pratama.

Strategi Universitas Muhammadiyah Kendari Mengembangkan Ekosistem Inovasi

Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Subhan Andi Agur, S.E., M.Si., melihat prestasi ini sebagai bagian dari strategi jangka panjang kampus untuk menjadi universitas dengan focus on innovation dan social responsibility.

“Universitas Muhammadiyah Kendari memiliki visi untuk menjadi pusat pengembangan teknologi dan inovasi yang berkontribusi pada pembangunan wilayah Indonesia Timur. Prestasi mahasiswa kami hari ini adalah bukti nyata bahwa visi tersebut bukan sekadar slogan, tetapi komitmen yang kami wujudkan melalui investasi pada infrastruktur, sumber daya manusia, dan program-program berkelanjutan,” jelas Prof. Subhan dalam orasi resiminya saat perayaan prestasi di auditorium utama kampus.

Menurut Prof. Subhan, universitas telah mengembangkan beberapa program unggulan untuk mendukung ekosistem inovasi. Pertama, Program Inkubasi Inovasi Teknologi yang memberikan dana serta mentoring kepada mahasiswa dan dosen yang memiliki ide-ide inovatif. Kedua, Program Magang Industri yang menghubungkan mahasiswa dengan perusahaan teknologi terkemuka di Indonesia. Ketiga, Program Kolaborasi Riset dengan universitas ternama dan lembaga penelitian pemerintah.

“Kami juga telah menjalin kerjasama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tenggara untuk mengintegrasikan inovasi teknologi pendidikan dari mahasiswa kami ke dalam sistem pendidikan daerah. Dengan cara ini, mahasiswa tidak hanya belajar di bangku kuliah, tetapi juga berkontribusi langsung pada komunitas sekitar,” tambah Prof. Subhan.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan, Dr. Ir. Aminuddin Tola, M.T., menerangkan bahwa prestasi ini mencerminkan komitmen universitas dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. “Kami telah menerapkan kurikulum yang berbasis pada industri 4.0 dan mengintegrasikan soft skills seperti entrepreneurship, critical thinking, dan collaborative problem-solving dalam setiap program studi,” ujar Dr. Aminuddin.

Pesan Inspiratif bagi Mahasiswa Lainnya

Ketiga mahasiswa berprestasi ini juga memberikan pesan inspiratif bagi mahasiswa lainnya di Universitas Muhammadiyah Kendari. Mereka mengakui bahwa perjalanan menuju prestasi nasional tidaklah mudah.

“Ada kalanya kami merasa putus asa, terutama ketika menghadapi tantangan teknis dalam pengembangan aplikasi. Namun, dukungan dari dosen pembimbing, teman-teman satu tim, dan keluarga membuat kami tetap semangat untuk terus berinovasi,” ujar Siti Nurhaliza.

Muhammad Rizki menambahkan saran praktis bagi mahasiswa yang ingin meraih prestasi serupa. “Pertama, pilih topik yang tidak hanya menarik secara akademik, tetapi juga punya dampak sosial. Kedua, lakukan riset mendalam sebelum memulai pengembangan. Ketiga, jangan takut untuk berkolaborasi dengan orang-orang yang memiliki keahlian berbeda. Dan yang keempat, konsistensi dan dedikasi adalah kunci kesuksesan,” paparnya dalam sesi sharing dengan mahasiswa baru beberapa hari lalu.

Aurelian Kusuma Wijaya juga berbagi pengalamannya tentang pentingnya mengikuti training dan workshop eksternal. “Kami aktif mengikuti berbagai workshop dan webinar tentang cybersecurity, cloud computing, dan mobile development. Pengetahuan yang kami dapatkan dari sumber eksternal ini sangat membantu dalam pengembangan EduConnect Rural,” ungkapnya.

Penutup

Prestasi Muhammad Rizki Pratama, Siti Nurhaliza Andari, dan Aurelian Kusuma Wijaya dalam Kompetisi Inovasi Teknologi Pendidikan Nasional 2026 menunjukkan bahwa keunggulan akademik dan inovasi teknologi tidak hanya milik universitas-universitas besar di pulau Jawa. Universitas Muhammadiyah Kendari, dengan komitmen penuh terhadap pengembangan sumber daya manusia dan inovasi, telah membuktikan bahwa universitas di daerah juga mampu menghasilkan prestasi yang diakui secara nasional.

Dengan terus mengembangkan ekosistem inovasi yang kondusif, investasi pada infrastruktur dan pembinaan mahasiswa, Universitas Muhammadiyah Kendari menetapkan standar baru dalam pengembangan pendidikan tinggi di wilayah Indonesia Timur. Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa dan dosen lainnya untuk terus berinovasi dan berkontribusi pada kemajuan pendidikan Indonesia.

Ke depannya, tim pengembang EduConnect Rural akan melakukan sosialisasi lebih luas tentang aplikasi mereka ke berbagai institusi pendidikan dan pemerintah daerah untuk memastikan inovasi ini dapat diimplementasikan dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan di daerah 3T.


Artikel ini diterbitkan: 2 April 2026
Penulis: Tim Jurnalis Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari

More From Author

Unit LMS Universitas Muhammadiyah Kendari Luncurkan Platform Pembelajaran Digital Terintegrasi, Tingkatkan Kualitas Akademik Mahasiswa

Universitas Muhammadiyah Kendari Gelar Wisuda Periode April 2026, Luluskan 487 Mahasiswa dengan Komitmen Kualitas Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *